Campus News, National News, Muhammadiyah News

Sadar kebersihan, Mahasiswa STIT Muhammadiyah dan IMM Bojonegoro Berjibaku membersihan lokasi Pasca-Milad Muhammadiyah ke-113

01 December 2025 21:00
Share
  • action.share.whatsApp
  • action.share.copy

Perhelatan Tabligh Akbar dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-113 di Stadion Letjen H. Sudirman Bojonegoro pada Sabtu (29/11/2025) meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya dari sisi spiritualitas dan kemasyarakatan, tetapi juga dari aspek kepedulian ekologis dan etika sosial yang dipraktikkan oleh para mahasiswa. Seusai acara yang menghadirkan Wakil Menteri Haji & Umrah Republik Indonesia, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.Si., mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro bersama kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) langsung bergerak melaksanakan aksi pembersihan area stadion secara sistematis dan terkoordinasi.


Ribuan peserta yang memadati stadion sejak pagi hari tentu menyisakan residu sampah pada berbagai titik. Namun, hal tersebut justru menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai persyarikatan bagi mahasiswa. Dengan disiplin dan kesadaran kolektif yang tinggi, para mahasiswa menyisir area tribun, lapangan, hingga jalur keluar stadion untuk memastikan seluruh sisa kemasan makanan dan minuman terkelola dengan baik.


Aksi ini menjadi kelanjutan dari kontribusi mahasiswa STIT sebelumnya, yakni pembagian 1.113 makanan dan minuman, sebuah angka simbolik yang merefleksikan perjalanan 113 tahun Muhammadiyah dalam menebarkan pencerahan. Jika kegiatan berbagi tersebut menjadi ekspresi kedermawanan sosial, maka kegiatan pembersihan ini merupakan artikulasi tanggung jawab moral dan adab ekologis yang tak terpisahkan dari etos kemuhammadiyahan.


Salah seorang koordinator lapangan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nilai fastabiqul khairat dalam konteks yang lebih luas. “Kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa Muhammadiyah bukan hanya pada tataran seremonial, tetapi juga pada komitmen menjaga ketertiban dan kelestarian ruang publik,” ujarnya.


Respons masyarakat pun beragam namun penuh apresiasi. Banyak peserta menyampaikan penghargaan terhadap dedikasi mahasiswa yang dengan sigap memulihkan kondisi stadion. Tindakan tersebut tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna fasilitas, tetapi juga memperkuat citra Muhammadiyah sebagai gerakan yang membawa manfaat nyata dalam ranah sosial dan lingkungan.


Lebih jauh, kolaborasi antara BEM, HMP, IMM, dan HW ini memperlihatkan bahwa ruang-ruang pembelajaran di STIT Muhammadiyah Bojonegoro tidak terbatas pada kelas-kelas perkuliahan. Nilai-nilai kepemimpinan, gotong royong, dan sensitivitas sosial justru terinternalisasi melalui praktik langsung di tengah masyarakat.


Aksi bersih-bersih pasca acara ini diharapkan menjadi tradisi baru dalam setiap penyelenggaraan kegiatan besar di lingkungan persyarikatan. Semangat intelektual-progresif yang diwujudkan oleh para mahasiswa—melalui kerja konkret, kesadaran ekologis, dan etika kolektif—menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi muda Muhammadiyah yang berintegritas dan berdaya guna.


Dengan demikian, Milad Muhammadiyah ke-113 di Bojonegoro bukan hanya menghadirkan kemeriahan dan refleksi sejarah, tetapi juga menunjukkan bagaimana generasi muda siap melanjutkan dakwah pencerahan melalui tindakan kecil yang berdampak besar. Mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro dan IMM telah membuktikan bahwa kebaikan tidak berhenti pada momen seremonial, melainkan hidup dalam tindakan nyata yang menghidupkan nilai-nilai persyarikatan secara berkelanjutan.

Campus News

Show Campus News

National News

Show National News

Muhammadiyah News

Show Muhammadiyah News